Sabtu, 06 Desember 2008
Lukas 2:25-35
MENANTIKAN ALLAH
Simeon ... seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel
Lukas 2:25)
Penulis Henri Nouwen mengamati bahwa ternyata halaman-halaman pertama Injil Lukas dipenuhi dengan orang-orang yang sedang menanti. Mereka adalah Zakharia dan Elisabet, Maria dan Yusuf, Simeon dan Ana. Mereka semua menantikan pemenuhan janji Allah. Akan tetapi, bukannya menanti dengan sikap yang pasif, mereka justru dengan aktif mencari Tuhan setiap hari dalam hidup mereka. Nouwen menyebut sikap mereka sebagai sikap "siap sedia".
Simeon, misalnya. Alih-alih dikendalikan oleh rasa putus asa, ia justru dituntun oleh Roh yang kemudian mendorongnya untuk pergi ke Bait Allah. Kata-kata pujian yang terlontar dari mulutnya pada saat melihat bayi Yesus, Sang Mesias yang dijanjikan, mencerminkan suatu teladan harapan yang penuh kesabaran kepada Allah. Ia berkata, "Mataku telah melihat keselamatan yang dari-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menyatakan kehendak-Mu bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel" (Lukas 2:30-32).
Banyak di antara kita yang menantikan jawaban doa atau pemenuhan janji dari Allah. Firman-Nya datang kepada kita, sama seperti pengalaman mereka yang disatukan dalam berbagai peristiwa yang menandai Natal pertama: "Jangan takut, hai Zakharia" (1:13); "Jangan takut, hai Maria" (1:30); "Jangan takut, [hai para gembala]" (2:10).
Apabila kita mendengarkan Allah melalui firman-Nya dan menaati-Nya, kita akan menemukan kebaikan dan kuasa-Nya ketika kita menanti-Nya - DC
WAKTU YANG DIHABISKAN UNTUK "MENANTIKAN ALLAH"
TIDAK PERNAH SIA-SIA
(Sources:kidung.com)
Senin, 01 Desember 2008
KEBAJIKAN-NYA TETAP
Jumat, 05 Desember 2008
Mazmur 112:4-9
KEBAJIKAN-NYA TETAP
Kebajikan-Nya tetap untuk selama-lamanya
Mazmur 112:9)
Kita kerap merasa tidak bahagia saat semakin tua karena kita rindu akan "masa lalu yang membahagiakan", yaitu saat kita menikmati kesehatan, kekayaan, jabatan, atau kekuasaan. Akan tetapi, semua yang diberikan dunia ini tidak akan bertahan lama. Semua itu tidak pasti, dapat berubah, dan tidak tetap. Pada saatnya nanti, semua itu dapat diambil dari kita dan digantikan dengan kemiskinan, pengasingan, kelemahan, serta penderitaan.
Ketika kita menyadari bahwa dunia ini dan segala sesuatu yang ada di dalamnya tidak kekal dan tidak bisa diperkirakan, kita akhirnya mengharapkan sesuatu yang kekal. Apa yang masih dapat kita miliki?
Pemazmur menulis, "Kebajikan-Nya [Allah] tetap untuk selama-lamanya" (112:9). Ini tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa lapuk oleh waktu dan keadaan. Tidak satu pun peristiwa yang terjadi di dunia ini yang bisa merampasnya. Ini tidak akan berubah, meskipun kehidupan mengambil milik kita satu per satu.
Kebajikan ini menjadi milik kita jika kita mendekat kepada Allah melalui iman kepada Yesus Kristus (lihat Roma 1:17; 3:21-26). Dialah batu karang kita, keselamatan kita, dan satu-satunya sumber kebahagiaan sejati serta kekal. Mazmur 112:1 mengatakan, "Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya."
Bersukacitalah di dalam Tuhan dan firman-Nya, maka Anda akan menemukan kebahagiaan yang sejati. Hanya Dialah yang bisa memberikan kebajikan yang akan tetap tinggal sampai selama-lamanya - DR
KITA AKAN MERASA BAHAGIA
JIKA KITA BERSUKACITA DI DALAM TUHAN
(Sources:kidung.com)
Mazmur 112:4-9
KEBAJIKAN-NYA TETAP
Kebajikan-Nya tetap untuk selama-lamanya
Mazmur 112:9)
Kita kerap merasa tidak bahagia saat semakin tua karena kita rindu akan "masa lalu yang membahagiakan", yaitu saat kita menikmati kesehatan, kekayaan, jabatan, atau kekuasaan. Akan tetapi, semua yang diberikan dunia ini tidak akan bertahan lama. Semua itu tidak pasti, dapat berubah, dan tidak tetap. Pada saatnya nanti, semua itu dapat diambil dari kita dan digantikan dengan kemiskinan, pengasingan, kelemahan, serta penderitaan.
Ketika kita menyadari bahwa dunia ini dan segala sesuatu yang ada di dalamnya tidak kekal dan tidak bisa diperkirakan, kita akhirnya mengharapkan sesuatu yang kekal. Apa yang masih dapat kita miliki?
Pemazmur menulis, "Kebajikan-Nya [Allah] tetap untuk selama-lamanya" (112:9). Ini tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa lapuk oleh waktu dan keadaan. Tidak satu pun peristiwa yang terjadi di dunia ini yang bisa merampasnya. Ini tidak akan berubah, meskipun kehidupan mengambil milik kita satu per satu.
Kebajikan ini menjadi milik kita jika kita mendekat kepada Allah melalui iman kepada Yesus Kristus (lihat Roma 1:17; 3:21-26). Dialah batu karang kita, keselamatan kita, dan satu-satunya sumber kebahagiaan sejati serta kekal. Mazmur 112:1 mengatakan, "Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya."
Bersukacitalah di dalam Tuhan dan firman-Nya, maka Anda akan menemukan kebahagiaan yang sejati. Hanya Dialah yang bisa memberikan kebajikan yang akan tetap tinggal sampai selama-lamanya - DR
KITA AKAN MERASA BAHAGIA
JIKA KITA BERSUKACITA DI DALAM TUHAN
(Sources:kidung.com)
KARYA SENI ALLAH
Kamis, 04 Desember 2008
Kolose 3:8-17
KARYA SENI ALLAH
... mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui
untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya
Kolose 3:10)
Vincent Van Gogh membeli cermin dan menggunakan gambaran wajahnya sendiri di banyak lukisannya. Rembrandt juga menggunakan dirinya sendiri sebagai model, buktinya ia menyelesaikan hampir 100 potret diri. Para seniman ini memiliki panutan yang sangat baik, yakni Allah sendiri, yang menggunakan gambar diri-Nya sendiri sebagai pola bagi ciptaan-Nya yang termulia (Kejadian 1:27).
Henry Ward Beecher, pendeta pada abad ke-19 yang termasyhur, berkata, "Setiap seniman mencelupkan kuasnya ke dalam jiwanya sendiri, dan melukiskan dirinya sendiri pada lukisan yang dibuatnya." Di dalam segala sesuatu yang kita ciptakan -- karya seni, musik, karya sastra, bahkan anak-anak kita -- akan terungkap sebagian kecil diri kita. Begitu juga dengan Allah; kita masing-masing mengungkapkan sebagian kecil dari diri-Nya. Gambaran tersebut mungkin menjadi kusam, tetapi gambar itu akan selalu ada dan tidak bisa dihilangkan.
Perubahan-perubahan lahiriah yang kita lakukan tidak akan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada pada diri kita. Pakaian, kosmetik, dan operasi memang dapat membuat kita menjadi tampak seperti orang lain, tetapi tidak seperti mahakarya unik yang telah dirancang Allah dalam diri kita masing-masing. Kita memerlukan "diri" yang benar-benar baru (Kolose 3:10), diri yang diperbarui menurut gambar-Nya dan didandani dengan pakaian belas kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (ayat 12).
Untuk memperbaiki citra "diri" Anda, kenakan karakter Allah dan perlihatkan citra-Nya dengan segala kemuliaan-Nya - J
ANAK-ANAK ALLAH HARUS MENCERMINKAN KEMIRIPAN DENGAN BAPA MEREKA
(Sources:kidung.com)
Kolose 3:8-17
KARYA SENI ALLAH
... mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui
untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya
Kolose 3:10)
Vincent Van Gogh membeli cermin dan menggunakan gambaran wajahnya sendiri di banyak lukisannya. Rembrandt juga menggunakan dirinya sendiri sebagai model, buktinya ia menyelesaikan hampir 100 potret diri. Para seniman ini memiliki panutan yang sangat baik, yakni Allah sendiri, yang menggunakan gambar diri-Nya sendiri sebagai pola bagi ciptaan-Nya yang termulia (Kejadian 1:27).
Henry Ward Beecher, pendeta pada abad ke-19 yang termasyhur, berkata, "Setiap seniman mencelupkan kuasnya ke dalam jiwanya sendiri, dan melukiskan dirinya sendiri pada lukisan yang dibuatnya." Di dalam segala sesuatu yang kita ciptakan -- karya seni, musik, karya sastra, bahkan anak-anak kita -- akan terungkap sebagian kecil diri kita. Begitu juga dengan Allah; kita masing-masing mengungkapkan sebagian kecil dari diri-Nya. Gambaran tersebut mungkin menjadi kusam, tetapi gambar itu akan selalu ada dan tidak bisa dihilangkan.
Perubahan-perubahan lahiriah yang kita lakukan tidak akan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada pada diri kita. Pakaian, kosmetik, dan operasi memang dapat membuat kita menjadi tampak seperti orang lain, tetapi tidak seperti mahakarya unik yang telah dirancang Allah dalam diri kita masing-masing. Kita memerlukan "diri" yang benar-benar baru (Kolose 3:10), diri yang diperbarui menurut gambar-Nya dan didandani dengan pakaian belas kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (ayat 12).
Untuk memperbaiki citra "diri" Anda, kenakan karakter Allah dan perlihatkan citra-Nya dengan segala kemuliaan-Nya - J
ANAK-ANAK ALLAH HARUS MENCERMINKAN KEMIRIPAN DENGAN BAPA MEREKA
(Sources:kidung.com)
KARYA SENI ALLAH
Kamis, 04 Desember 2008
Kolose 3:8-17
KARYA SENI ALLAH
... mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui
untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya
Kolose 3:10)
Vincent Van Gogh membeli cermin dan menggunakan gambaran wajahnya sendiri di banyak lukisannya. Rembrandt juga menggunakan dirinya sendiri sebagai model, buktinya ia menyelesaikan hampir 100 potret diri. Para seniman ini memiliki panutan yang sangat baik, yakni Allah sendiri, yang menggunakan gambar diri-Nya sendiri sebagai pola bagi ciptaan-Nya yang termulia (Kejadian 1:27).
Henry Ward Beecher, pendeta pada abad ke-19 yang termasyhur, berkata, "Setiap seniman mencelupkan kuasnya ke dalam jiwanya sendiri, dan melukiskan dirinya sendiri pada lukisan yang dibuatnya." Di dalam segala sesuatu yang kita ciptakan -- karya seni, musik, karya sastra, bahkan anak-anak kita -- akan terungkap sebagian kecil diri kita. Begitu juga dengan Allah; kita masing-masing mengungkapkan sebagian kecil dari diri-Nya. Gambaran tersebut mungkin menjadi kusam, tetapi gambar itu akan selalu ada dan tidak bisa dihilangkan.
Perubahan-perubahan lahiriah yang kita lakukan tidak akan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada pada diri kita. Pakaian, kosmetik, dan operasi memang dapat membuat kita menjadi tampak seperti orang lain, tetapi tidak seperti mahakarya unik yang telah dirancang Allah dalam diri kita masing-masing. Kita memerlukan "diri" yang benar-benar baru (Kolose 3:10), diri yang diperbarui menurut gambar-Nya dan didandani dengan pakaian belas kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (ayat 12).
Untuk memperbaiki citra "diri" Anda, kenakan karakter Allah dan perlihatkan citra-Nya dengan segala kemuliaan-Nya - J
ANAK-ANAK ALLAH HARUS MENCERMINKAN KEMIRIPAN DENGAN BAPA MEREKA
(Sources:kidung.com)
Kolose 3:8-17
KARYA SENI ALLAH
... mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui
untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya
Kolose 3:10)
Vincent Van Gogh membeli cermin dan menggunakan gambaran wajahnya sendiri di banyak lukisannya. Rembrandt juga menggunakan dirinya sendiri sebagai model, buktinya ia menyelesaikan hampir 100 potret diri. Para seniman ini memiliki panutan yang sangat baik, yakni Allah sendiri, yang menggunakan gambar diri-Nya sendiri sebagai pola bagi ciptaan-Nya yang termulia (Kejadian 1:27).
Henry Ward Beecher, pendeta pada abad ke-19 yang termasyhur, berkata, "Setiap seniman mencelupkan kuasnya ke dalam jiwanya sendiri, dan melukiskan dirinya sendiri pada lukisan yang dibuatnya." Di dalam segala sesuatu yang kita ciptakan -- karya seni, musik, karya sastra, bahkan anak-anak kita -- akan terungkap sebagian kecil diri kita. Begitu juga dengan Allah; kita masing-masing mengungkapkan sebagian kecil dari diri-Nya. Gambaran tersebut mungkin menjadi kusam, tetapi gambar itu akan selalu ada dan tidak bisa dihilangkan.
Perubahan-perubahan lahiriah yang kita lakukan tidak akan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada pada diri kita. Pakaian, kosmetik, dan operasi memang dapat membuat kita menjadi tampak seperti orang lain, tetapi tidak seperti mahakarya unik yang telah dirancang Allah dalam diri kita masing-masing. Kita memerlukan "diri" yang benar-benar baru (Kolose 3:10), diri yang diperbarui menurut gambar-Nya dan didandani dengan pakaian belas kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (ayat 12).
Untuk memperbaiki citra "diri" Anda, kenakan karakter Allah dan perlihatkan citra-Nya dengan segala kemuliaan-Nya - J
ANAK-ANAK ALLAH HARUS MENCERMINKAN KEMIRIPAN DENGAN BAPA MEREKA
(Sources:kidung.com)
SAAT ITULAH SAYA TAHU
Rabu, 03 Desember 2008
Kisah Para Rasul 26:8-18
SAAT ITULAH SAYA TAHU
Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka,supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang.
Kisah Para Rasul 26:17,18)
Lampu panggung meredup ketika Tom Whittaker mulai menyanyikan Mary, Did You Know? Petikan gitar yang lembut dan mantap dengan indah mengiringi suaranya yang tenang dan dalam. Istrinya, Gloria, mengatakan ketika pertama kali mendengar Tom menyanyikan lagu itu, Gloria jatuh cinta kepadanya.
Banyak orang yang mengenal Yesus sebagai Juru Selamat dapat menunjuk suatu momen khusus yang membuat mereka menyadari besarnya kasih Allah yang mengagumkan bagi mereka. Saat itulah, mereka memahami kasih Allah. Ray Boltz menggambarkannya dalam lagu:
Pada kejadian itu/Saat itu pula aku mengerti/ Bagaikan berjalan dalam gelap/Cahaya muncul menerangi.
Paulus menemukan momen seperti itu ketika menuju Damsyik. Pertemuan pertamanya dengan Yesus mengubahnya dari seorang penganiaya kejam orang kristiani menjadi misioner besar yang pertama. Berkat pengalaman yang membuka matanya ini, kasih Paulus yang baru kepada Juru Selamat mendorongnya untuk mewartakan Injil kepada setiap orang yang ditemuinya (Kisah Para Rasul 26).
Mungkin Anda tahu tentang Kristus, tetapi tak pernah memercayakan keselamatan kepada-Nya. Yohanes menulis, "Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup" (1 Yohanes 3:14). Namun, pernyataan itu hanya berlaku bagi mereka yang mencari pengampunan dari Yesus.
Karena kasih Allah, Anda juga bisa "memperoleh pengampunan dosa" melalui Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 26:18) dan "dilahirkan kembali" (Yohanes 3:3). Sekaranglah waktunya - CK
MENGETAHUI BAHWA ALLAH ADA
BERBEDA DENGAN MENGENAL ALLAH YANG SEBENARNYA
(Sources:kidung.com)
Kisah Para Rasul 26:8-18
SAAT ITULAH SAYA TAHU
Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka,supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang.
Kisah Para Rasul 26:17,18)
Lampu panggung meredup ketika Tom Whittaker mulai menyanyikan Mary, Did You Know? Petikan gitar yang lembut dan mantap dengan indah mengiringi suaranya yang tenang dan dalam. Istrinya, Gloria, mengatakan ketika pertama kali mendengar Tom menyanyikan lagu itu, Gloria jatuh cinta kepadanya.
Banyak orang yang mengenal Yesus sebagai Juru Selamat dapat menunjuk suatu momen khusus yang membuat mereka menyadari besarnya kasih Allah yang mengagumkan bagi mereka. Saat itulah, mereka memahami kasih Allah. Ray Boltz menggambarkannya dalam lagu:
Pada kejadian itu/Saat itu pula aku mengerti/ Bagaikan berjalan dalam gelap/Cahaya muncul menerangi.
Paulus menemukan momen seperti itu ketika menuju Damsyik. Pertemuan pertamanya dengan Yesus mengubahnya dari seorang penganiaya kejam orang kristiani menjadi misioner besar yang pertama. Berkat pengalaman yang membuka matanya ini, kasih Paulus yang baru kepada Juru Selamat mendorongnya untuk mewartakan Injil kepada setiap orang yang ditemuinya (Kisah Para Rasul 26).
Mungkin Anda tahu tentang Kristus, tetapi tak pernah memercayakan keselamatan kepada-Nya. Yohanes menulis, "Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup" (1 Yohanes 3:14). Namun, pernyataan itu hanya berlaku bagi mereka yang mencari pengampunan dari Yesus.
Karena kasih Allah, Anda juga bisa "memperoleh pengampunan dosa" melalui Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 26:18) dan "dilahirkan kembali" (Yohanes 3:3). Sekaranglah waktunya - CK
MENGETAHUI BAHWA ALLAH ADA
BERBEDA DENGAN MENGENAL ALLAH YANG SEBENARNYA
(Sources:kidung.com)
TAKUT SETENGAH MATI
Selasa, 02 Desember 2008
1 Korintus 15:51-58
TAKUT SETENGAH MATI
Juru Selamat kita Yesus Kristus, yang melalui Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa
(2 Timotius 1:10)
Baris pembuka sebuah lagu country, "Sarabeth is scared to death ..." [Sarabeth takut setengah mati] menggambarkan kepada pendengarnya mengenai hati seorang gadis remaja yang sangat ketakutan karena didiagnosa menderita penyakit kanker. Lirik lagu Skin (Sarabeth) memaparkan pergumulan yang dihadapinya. Pergumulannya itu tidak hanya berkaitan dengan penyakit dan pengobatannya, tetapi juga berhubungan dengan bukti nyata dari pergumulannya, yaitu rambutnya yang rontok (judul lagu tersebut diambil dari sini). Ini adalah lagu kemenangan yang menyentuh di tengah-tengah suatu tragedi, ketika Sarabeth menghadapi ketakutan hidup-dan-mati yang memang mengerikan akibat kanker yang dideritanya tersebut.
Bayangan kematian menghadang setiap manusia. Namun, entah kita menghadapi kenyataan tersebut dengan rasa takut atau dengan penuh keyakinan, tidak tergantung pada ada atau tidaknya pandangan hidup yang baik atau sikap positif. Cara kita menghadapi kematian, seluruhnya tergantung pada apakah kita memiliki hubungan pribadi dengan Yesus, yang memberikan diri-Nya untuk mati supaya kematian itu sendiri dapat dipatahkan.
Rasul Paulus pernah menulis kepada Timotius bahwa Juru Selamat kita adalah Dia yang "melalui Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa" (2 Timotius 1:10). Dengan demikian, kita tidak perlu merasa takut setengah mati pada saat melewati masa-masa hidup yang paling sulit sekalipun.
Kita dapat hidup dengan penuh keyakinan dan harapan karena Yesus telah menaklukkan maut - WE
KARENA KRISTUS HIDUP KITA TIDAK PERLU TAKUT TERHADAP KEMATIAN
(Sources:kidung.com)
1 Korintus 15:51-58
TAKUT SETENGAH MATI
Juru Selamat kita Yesus Kristus, yang melalui Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa
(2 Timotius 1:10)
Baris pembuka sebuah lagu country, "Sarabeth is scared to death ..." [Sarabeth takut setengah mati] menggambarkan kepada pendengarnya mengenai hati seorang gadis remaja yang sangat ketakutan karena didiagnosa menderita penyakit kanker. Lirik lagu Skin (Sarabeth) memaparkan pergumulan yang dihadapinya. Pergumulannya itu tidak hanya berkaitan dengan penyakit dan pengobatannya, tetapi juga berhubungan dengan bukti nyata dari pergumulannya, yaitu rambutnya yang rontok (judul lagu tersebut diambil dari sini). Ini adalah lagu kemenangan yang menyentuh di tengah-tengah suatu tragedi, ketika Sarabeth menghadapi ketakutan hidup-dan-mati yang memang mengerikan akibat kanker yang dideritanya tersebut.
Bayangan kematian menghadang setiap manusia. Namun, entah kita menghadapi kenyataan tersebut dengan rasa takut atau dengan penuh keyakinan, tidak tergantung pada ada atau tidaknya pandangan hidup yang baik atau sikap positif. Cara kita menghadapi kematian, seluruhnya tergantung pada apakah kita memiliki hubungan pribadi dengan Yesus, yang memberikan diri-Nya untuk mati supaya kematian itu sendiri dapat dipatahkan.
Rasul Paulus pernah menulis kepada Timotius bahwa Juru Selamat kita adalah Dia yang "melalui Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa" (2 Timotius 1:10). Dengan demikian, kita tidak perlu merasa takut setengah mati pada saat melewati masa-masa hidup yang paling sulit sekalipun.
Kita dapat hidup dengan penuh keyakinan dan harapan karena Yesus telah menaklukkan maut - WE
KARENA KRISTUS HIDUP KITA TIDAK PERLU TAKUT TERHADAP KEMATIAN
(Sources:kidung.com)
APAKAH ALLAH LUPA..?
Senin, 01 Desember 2008
APAKAH ALLAH LUPA?
Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka .
Ibrani 8:12)
Allah rindu mengampuni para pendosa! Namun, dalam benak banyak orang, pemikiran ini rasanya terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Tak terhitung khotbah yang telah disampaikan untuk meyakinkan orang-orang yang dibebani rasa bersalah bahwa ini benar. Kebanyakan khotbah menekankan bahwa Allah tak hanya mengampuni pendosa, tetapi juga lupa akan dosanya. Saya sendiri sering berkata demikian pada diri saya, tanpa meragukan kebenarannya.
Pada suatu hari Minggu saya mendengar khotbah yang benar-benar mengubah pemikiran saya. Saya merasa tertarik ketika pembicara itu berkata, "Saya tidak terlalu yakin pada ajaran bahwa Allah lupa pada dosa saya. Lagi pula, bagaimana jika seandainya Dia tiba-tiba ingat? Bagaimanapun, hanya yang tidak sempurna yang bisa lupa, akan tetapi Allah adalah sempurna."
Ketika saya mempertanyakan dasar alkitabiah atas pernyataan tersebut, pendeta itu membaca Ibrani 8:12, "Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." Lalu ia berkata, "Allah tidak mengatakan bahwa Dia akan lupa pada dosa kita -- Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan mengingatnya lagi! Janji-Nya untuk tidak mengingat dosa kita lebih kuat daripada mengatakan bahwa Dia akan lupa pada dosa kita. Sekarang, janji itulah yang meyakinkan saya!"
Apakah Anda khawatir masih ada dosa-dosa tertentu yang akan menyebabkan Anda dihukum suatu hari nanti? Karena Kristus mati demi dosa-dosa kita (1 Korintus 15:3), Allah berjanji untuk mengampuni kita dan tak akan mengingat dosa kita lagi (Mazmur 103:12) - J
UNTUK MENIKMATI MASA DEPAN
TERIMALAH PENGAMPUNAN ALLAH ATAS MASA LAMPAU
(Sources:kidung.com)
APAKAH ALLAH LUPA?
Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka .
Ibrani 8:12)
Allah rindu mengampuni para pendosa! Namun, dalam benak banyak orang, pemikiran ini rasanya terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Tak terhitung khotbah yang telah disampaikan untuk meyakinkan orang-orang yang dibebani rasa bersalah bahwa ini benar. Kebanyakan khotbah menekankan bahwa Allah tak hanya mengampuni pendosa, tetapi juga lupa akan dosanya. Saya sendiri sering berkata demikian pada diri saya, tanpa meragukan kebenarannya.
Pada suatu hari Minggu saya mendengar khotbah yang benar-benar mengubah pemikiran saya. Saya merasa tertarik ketika pembicara itu berkata, "Saya tidak terlalu yakin pada ajaran bahwa Allah lupa pada dosa saya. Lagi pula, bagaimana jika seandainya Dia tiba-tiba ingat? Bagaimanapun, hanya yang tidak sempurna yang bisa lupa, akan tetapi Allah adalah sempurna."
Ketika saya mempertanyakan dasar alkitabiah atas pernyataan tersebut, pendeta itu membaca Ibrani 8:12, "Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." Lalu ia berkata, "Allah tidak mengatakan bahwa Dia akan lupa pada dosa kita -- Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan mengingatnya lagi! Janji-Nya untuk tidak mengingat dosa kita lebih kuat daripada mengatakan bahwa Dia akan lupa pada dosa kita. Sekarang, janji itulah yang meyakinkan saya!"
Apakah Anda khawatir masih ada dosa-dosa tertentu yang akan menyebabkan Anda dihukum suatu hari nanti? Karena Kristus mati demi dosa-dosa kita (1 Korintus 15:3), Allah berjanji untuk mengampuni kita dan tak akan mengingat dosa kita lagi (Mazmur 103:12) - J
UNTUK MENIKMATI MASA DEPAN
TERIMALAH PENGAMPUNAN ALLAH ATAS MASA LAMPAU
(Sources:kidung.com)
Langganan:
Postingan (Atom)